Banyak penyandang diabetes menyadari bahwa kadar gula darah mereka dapat naik secara tiba-tiba bahkan tanpa perubahan pola makan. Salah satu penyebab utamanya adalah stres emosional dan fisik. Secara biologis, ketika tubuh merasa tertekan, otak mengaktifkan sistem respons “lawan atau lari” (fight-or-flight). Hal ini memicu pelepasan hormon stres seperti kortisol dan adrenalin ke dalam aliran darah.

Hormon-hormon ini bertugas memastikan tubuh memiliki energi yang cukup untuk menghadapi ancaman, yang dilakukan dengan cara memerintahkan hati untuk melepaskan cadangan glukosa (gula) ke dalam darah. Bagi orang tanpa diabetes, tubuh dapat memproses lonjakan gula ini dengan cepat. Namun, bagi penyandang diabetes, insulin yang ada mungkin tidak cukup untuk menangani glukosa ekstra tersebut, sehingga menyebabkan hiperglikemia. Memahami hubungan ini sangat penting agar kita tidak hanya fokus pada makanan, tetapi juga mulai memperhatikan kesehatan mental sebagai bagian integral dari manajemen diabetes harian yang sukses.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *